Sahabat Pulang Dinsos Jatim Dampingi Pemulangan OT Stroke dan Tiga OT Rentan ke Jawa Tengah
- 23 Juli 2026
- 2 Like
- Dinsos Jatim
SEMARANG – Dinas Sosial (Dinsos) Jatim melalui Tim Sahabat Pulang memfasilitasi pemulangan empat orang telantar (OT) asal Jawa Tengah, terdiri atas seorang penyandang stroke dan tiga orang telantar rentan, kepada Dinsos Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026). Pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan sosial agar mereka dapat kembali memperoleh pengasuhan dari keluarga maupun pemerintah daerah asal.
Salah satu penerima manfaat yang dipulangkan adalah Riki Arif Wijaya (45), warga asal Kabupaten Purbalingga. Riki ditemukan dalam kondisi telantar di Terminal Situbondo pada 21 Juni 2026. Saat ditemukan, ia tidak dapat diajak berkomunikasi dan langsung dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Dinsos Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, MM, mengatakan setiap warga yang mengalami kondisi terlantar berhak memperoleh pelayanan sosial sesuai dengan kebutuhannya. "Kami berupaya memastikan setiap orang telantar memperoleh penanganan yang cepat, tepat, dan dapat kembali terhubung dengan keluarga maupun layanan sosial di daerah asalnya," ujarnya.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Riki mengalami stroke sehingga tidak dapat beraktivitas secara mandiri dan harus menggunakan bantuan selang makan (sonde). Dinas Sosial Kabupaten Situbondo kemudian melakukan penelusuran identitas melalui biometrik dan memperoleh informasi bahwa Riki pernah tinggal di Palembang serta memiliki istri dan anak. Namun, ia telah lama terpisah dari keluarganya dan memilih tidak kembali karena persoalan keluarga.
Setelah dilakukan koordinasi lintas daerah, Riki akhirnya dipulangkan ke Jawa Tengah. Selanjutnya, ia akan dijemput oleh keluarga bersama Dinas Sosial Kabupaten Purbalingga dan Baznas Kabupaten Purbalingga untuk menjalani perawatan di lingkungan keluarga.
Selain Riki, Tim Sahabat Pulang juga mendampingi pemulangan tiga orang telantar rentan lainnya, yakni Giyani (28) yang merupakan gelandangan, serta Wahyu Kurniawan (33) dan Isma Kurnia Dewi (22), penyandang disabilitas mental yang juga merupakan warga Provinsi Jawa Tengah.
Novi menambahkan, pendampingan pemulangan menjadi bagian penting dari proses rehabilitasi sosial karena memastikan keberlanjutan layanan setelah penerima manfaat kembali ke daerah asal. "Sinergi antardaerah menjadi kunci agar penerima manfaat tetap mendapatkan pendampingan dan perlindungan sosial secara berkelanjutan," tutupnya.(aii/qal)





