Saber Bencana Menggema di SMPN 14 Gresik, Tagana Bekali Siswa Pengetahuan Mitigasi Bencana
- 22 Juli 2026
- 1 Like
- Dinsos Jatim
GRESIK – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Gresik terus menanamkan budaya sadar bencana kepada pelajar melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS). Kali ini, edukasi kebencanaan digelar di SMP Negeri 14 Gresik, Senin (20/7), dengan mengusung tema Sapu Bersih Ketidaktahuan Bencana (Saber Bencana).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu merupakan kolaborasi antara Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Tagana Kabupaten Gresik, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik. Para siswa mendapatkan materi tentang mitigasi bencana, kesiapsiagaan, hingga langkah penyelamatan diri saat menghadapi situasi darurat.
Sebanyak 12 personil Tagana Kabupaten Gresik diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Tim dipimpin Wawan Jatmiko bersama Rachmad Gunawan, Moh. Arrosyid, Elsa Rizkiyah, Siti Habesah, Imam R., Murdiful G., M. Alfanani'am, Rahma Sari, Popi Agustin, Nolia Rindianti, dan M. Wahyu A. Selain menyampaikan materi, para personel juga mengajak siswa membangun kepedulian, semangat gotong royong, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Anggota Tagana Kabupaten Gresik, Rachmad Gunawan, mengatakan edukasi kebencanaan sejak dini merupakan investasi penting untuk membentuk masyarakat yang tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.
"Tagana Masuk Sekolah bukan sekadar memberikan materi, tetapi menanamkan kesadaran bahwa setiap anak memiliki peran penting dalam menyelamatkan diri, keluarga, dan lingkungan saat terjadi bencana. Kami ingin mencetak generasi yang tidak panik ketika musibah datang, tetapi mampu bertindak cepat, tepat, dan saling menolong. Inilah semangat SABER BENCANA, menyapu bersih ketidaktahuan demi masa depan yang lebih tangguh," ujar Rachmad.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga mempraktikkan langkah-langkah mitigasi bencana yang diperagakan oleh tim Tagana.
Melalui program Tagana Masuk Sekolah, Tagana Kabupaten Gresik berharap budaya kesiapsiagaan dapat tumbuh sejak usia dini. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana, para pelajar diharapkan mampu menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat sehingga tercipta komunitas yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.(mun/qal)





