TKSK Cluring Evakuasi ODGJ Mengamuk di Banyuwangi, Bawa Sajam hingga Masuk Area Sekolah
- 09 September 2026
- 2 Like
- Dinsos Jatim
BANYUWANGI – Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Cluring Banyuwangi evakuasi Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mengamuk dan meresahkan warga di Dusun Krajan, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (8/9/2026).
ODGJ tersebut diketahui bernama Andung Purwadi. Sebelum dilakukan evakuasi, warga melaporkan yang bersangkutan mengamuk dengan membawa senjata tajam (sajam), menerobos masuk ke area sekolah, serta melakukan tindakan kekerasan terhadap tetangga.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti Pemerintah Desa Tamanagung bersama sejumlah pihak. Tim gabungan yang terdiri atas Pemerintah Desa Tamanagung, Satpol PP Kecamatan Cluring, Polsek Cluring, Babinsa, TKSK Cluring, serta petugas medis Puskesmas Benculuk mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.
Proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keamanan. Tim berhasil mengamankan dan mengevakuasi yang bersangkutan dari lokasi dengan aman dan lancar.
TKSK Banyuwangi Bernard mengatakan, penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan keselamatan warga maupun yang bersangkutan.
“Kami bersama tim berupaya melakukan pengamanan dan evakuasi secara aman. Setelah berhasil dievakuasi, yang bersangkutan kemudian mendapatkan pemeriksaan awal dari petugas medis,” katanya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas Puskesmas Benculuk merekomendasikan agar Andung mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dengan dirujuk ke Puskesmas Licin.
Rekomendasi tersebut menjadi langkah lanjutan untuk memastikan yang bersangkutan mendapatkan perawatan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
Bernard menambahkan, pihaknya juga akan mengawal proses rujukan serta melakukan koordinasi dengan keluarga, pemerintah desa, dan Puskesmas Licin terkait perkembangan kondisi yang bersangkutan.
“Pendampingan tidak berhenti setelah evakuasi. Kami akan melakukan koordinasi dengan keluarga, pemerintah desa, dan pihak puskesmas untuk memantau perkembangan kondisinya,” ujarnya.
Penanganan tersebut melibatkan unsur pemerintah desa, Satpol PP, kepolisian, Babinsa, TKSK, tenaga medis, serta masyarakat sekitar sebagai bagian dari upaya bersama dalam merespons kondisi kedaruratan sosial di lingkungan masyarakat.(ber/qal)





