TKSK Banyuwangi Respons Cepat Temuan Lansia Tunggal yang Belum Terdata dalam SIAK dan DTSEN

  • 17 September 2026
  • 0 Like
  • Dinsos Jatim

BANYUWANGI - Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Banyuwangi merespons temuan seorang lanjut usia (lansia) tunggal yang belum terdata dalam sistem administrasi kependudukan (SIAK) dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Respons tersebut dilakukan melalui assessment terhadap Supinah (94), Rabu (16/9/2026).

Assessment dilakukan setelah adanya laporan dari Dinas Sosial (Dinsos) Banyuwangi yang bersumber dari temuan tim BPS melalui SUSENAS di lapangan. Dalam temuan tersebut, Supinah diketahui belum pernah menerima bantuan sosial meskipun berada dalam kondisi ekonomi yang membutuhkan perhatian dan mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

TKSK Banyuwangi Bernard mengatakan, hasil assessment menunjukkan Supinah belum memiliki data kependudukan yang aktif karena belum melakukan perekaman dalam sistem SIAK. Kondisi tersebut menyebabkan datanya belum dapat terakses dalam DTSEN sehingga turut berpengaruh terhadap akses terhadap program bantuan sosial.

“Yang menjadi perhatian utama adalah data kependudukan Ibu Supinah belum aktif. Karena itu, kami akan mengawal proses perekaman agar data kependudukannya bisa kembali aktif, kemudian dilakukan pemadanan data melalui SIKS-NG supaya bisa terakses dalam DTSEN,” katanya.

Selain Supinah, TKSK juga menemukan anak menantu yang selama ini merawatnya tercatat dalam desil 3, namun belum mendapatkan bantuan PKH maupun BPNT. Untuk bantuan pangan, keluarga tersebut telah menerima tiga sak beras pada tahap berjalan.

Menurut Bernard, kondisi katarak yang dialami Supinah menjadi salah satu kendala dalam proses perekaman data kependudukan. Karena itu, TKSK akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan keluarga untuk memastikan Supinah mendapatkan pendampingan saat menuju lokasi perekaman di desa atau kecamatan.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan bersama Puskesmas Grajagan, tekanan darah Supinah tercatat 140 mmHg dan gula darah 120. Kondisi penglihatannya juga menjadi perhatian karena pupil mata telah mengecil setelah lama mengalami gangguan penglihatan.

Sebagai bentuk respon cepat, TKSK bersama unsur terkait memberikan bantuan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar Supinah. Sementara itu, Puskesmas Grajagan akan melakukan pemantauan kondisi kesehatan melalui kunjungan ke rumah.

Selanjutnya, TKSK akan mengawal proses perekaman data kependudukan hingga pemadanan data dengan SIKS-NG. Bersama operator SIKS-NG desa, TKSK juga akan mendorong pembaruan data agar Supinah dan anak yang merawatnya dapat diusulkan untuk mengakses PBI JKN serta bantuan sosial PKH dan BPNT sesuai hasil verifikasi dan ketentuan yang berlaku.(ber/qal)

Share the post