Gubernur Khofifah Kirim 64,4 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- 21 Agustus 2026
- 3 Like
- Dinsos Jatim
SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim terus memperkuat dukungan penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu dibuktikan saat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan bantuan logistik sebanyak 64,4 ton melalui jalur laut dari Surabaya menuju Labuan Bajo, Kamis (20/8/2026).
Pengiriman bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jatim sebagai supporting team dan supporting system untuk pemulihan pasca gempa. Sehingga diharapkan dapat memperkuat penanganan kondisi darurat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa dukungan dari Jatim diberikan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak. “Kami ingin saudara-saudara kita di NTT merasa tidak sendirian. Banyak saudara dari berbagai daerah di Indonesia yang menggalang kegotongroyongan untuk membantu mereka,” ujarnya.
Pengiriman 64,4 ton logistik merupakan hasil gotong royong 64 lembaga dan instansi di lingkungan Pemprov Jatim, salah satunya dari Dinsos Jatim senilai Rp 67,5 juta yang dihimpun dari donasi seluruh pegawai. Seluruh bantuan itu menjadi bagian dari target pengiriman bantuan secara keseluruhan yang diproyeksikan mencapai 100 ton ke sejumlah wilayah terdampak.
Gubernur Khofifah menyampaikan, gotong royong seluruh perangkat daerah menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat di NTT. “Semangat gotong royong ini menjadi kekuatan kita untuk membantu saudara-saudara di NTT,” ungkapnya.
Sebelumnya, dukungan Pemprov Jatim telah dilakukan secara bertahap. Pada 16 Agustus 2026, sebanyak tujuh personel tim evakuasi BPBD Jatim diberangkatkan menuju lokasi bencana, kemudian pada 17 Agustus 2026 dini hari dikirim bantuan logistik tahap awal sebanyak 8,4 ton menuju Ende.
Selain dukungan logistik dan evakuasi, Pemprov Jatim juga mengirimkan enam dokter untuk bergabung dalam pelayanan kesehatan di lapangan. Gubernur Khofifah memastikan penanganan bencana dilakukan secara menyeluruh, termasuk memenuhi kebutuhan psikososial masyarakat. “Penanganan bencana harus menyentuh kebutuhan fisik sekaligus pemulihan psikologis masyarakat,” tutur Khofifah.
Melalui Dinsos Jatim, Pemprov Jatim akan menyiapkan dukungan trauma healing dan trauma counseling beserta perlengkapan pendukungnya. Dapur umum lewat Taruna Siaga Bencana (Tagana) Jatim juga dipersiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan bagi warga terdampak bencana.
Dengan demikian, bantuan tersebut menjadi bagian dari gerakan bersama Pemprov Jatim dalam mendukung penanganan gempa di NTT, sekaligus menunjukkan kepedulian masyarakat Jatim terhadap warga yang tengah menghadapi kondisi darurat.(qal)





