Gubernur Khofifah Turun Langsung Salurkan Bantuan 65,7 Ton untuk Korban Gempa Flores
- 24 Agustus 2026
- 6 Like
- Dinsos Jatim
MANGGARAI – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turun langsung menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026). Bantuan diserahkan di dua lokasi, yakni SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai, dan Posko Rumah Jabatan Sekretaris Daerah di Manggarai Timur dengan total 65,7 ton.
Dalam penyerahan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Adhy Karyono dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim Dra Restu Novi Widiani MM. Gubernur Khofifah juga berdialog dengan pemerintah desa dan masyarakat untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan. "Kalau kita datang ke lokasi bencana, yang paling penting adalah memastikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Jadi bantuan yang kita bawa harus benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan," ujar Khofifah.
Dari hasil dialog dengan pemerintah Desa Ranaka, diketahui bahwa kebutuhan beras masih cukup tinggi. Gubernur Khofifah kemudian memutuskan menggeser sebagian stok beras yang dibawa untuk menambah pasokan bagi masyarakat setempat. "Kita membawa 65,7 ton beragam logistik, termasuk kebutuhan bayi dan balita. Di dalamnya ada sekitar 12 ton beras. Tadi Pak Kades menyampaikan untuk ditambah 5 ton. Saya rasa beras bisa digeser ke sini 5 ton, sehingga bisa lebih merata," katanya.
Secara keseluruhan, bantuan yang dibawa Pemprov Jatim mencapai 65,7 ton dengan nilai Rp 3.006.652.875. Bantuan tersebut terdiri atas makanan dan beras, obat-obatan, perlengkapan mandi dan higiene, kebutuhan bayi dan anak, kebutuhan perempuan, tenda, terpal, hingga kompor.
Dari total bantuan tersebut, sebanyak 12,8 ton senilai Rp 720.965.175 disalurkan untuk masyarakat di sekitar SD Inpres Robo. Sementara 52,9 ton lainnya dengan nilai Rp2.285.687.700 diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat di posko Manggarai Timur.

Gubernur Khofifah menjelaskan, jenis logistik yang dibawa telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan informasi dari tim yang lebih dahulu berada di lokasi, termasuk tenaga kesehatan. Masukan tersebut menjadi dasar dalam menentukan jenis obat-obatan dan kebutuhan lainnya. "Para dokter menulis kebutuhan obat-obatan di sini. Kalau tidak salah ada 14 jenis dan kami juga membawa hari ini," ujarnya.
Selain menyerahkan bantuan logistik, Pemprov Jatim juga memperkuat dukungan layanan kesehatan dan psikososial bagi masyarakat terdampak gempa. Gubernur Khofifah melihat langsung pelaksanaan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) saat berada di SD Inpres Robo. Layanan tersebut diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan penguatan psikologis, konseling, maupun pendampingan setelah bencana.
Untuk mendukung proses pemulihan tersebut, Pemprov Jatim telah mengirimkan empat orang tim LDP yang berada di lokasi terdampak sejak Kamis (20/8/2026). Layanan menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, orang tua, hingga lansia.
Gubernur Khofifah mengatakan, pemulihan psikososial masyarakat terdampak bencana tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, pendampingan harus terus dilakukan selama masyarakat masih berada dalam situasi pengungsian dan menjalani proses pemulihan. "Penguatan, konseling, dan trauma healing membutuhkan waktu sehingga pendampingan harus terus dilakukan selama masyarakat masih menghadapi situasi pengungsian dan proses pemulihan," ujarnya.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan Gubernur Khofifah pada Senin (24/8/2026) dengan mengunjungi lokasi pengungsian di Benteng Jawa. Di lokasi tersebut, Gubernur Khofifah menyapa masyarakat sekaligus melihat langsung pelaksanaan LDP bagi warga terdampak, termasuk anak-anak, orang tua, hingga lansia.
Selain dukungan psikososial, Pemprov Jatim juga memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa. Sejak 17 Agustus 2026, sebanyak tujuh dokter telah bergabung memberikan pelayanan di RSUD Ruteng. Kemudian pada 22 Agustus, sebanyak 10 dokter dan perawat dari RSUD Dr Soetomo Jatim kembali diterjunkan untuk memperkuat layanan kesehatan.
Menurut Gubernur Khofifah, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama lintas daerah. Bantuan kemanusiaan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, tetapi juga harus disertai dukungan kesehatan dan pendampingan psikososial bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.
Sementara itu, Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu mengapresiasi bantuan yang diberikan Pemprov Jatim. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu masyarakat Desa Ranaka yang masih menghadapi dampak gempa.
"Kami atas nama masyarakat yang ada di Desa Ranaka dan Kabupaten Manggarai umumnya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ini sangat membantu masyarakat kami di Desa Ranaka," katanya.
Fabianus juga mengapresiasi dukungan tenaga medis dari Jawa Timur yang sebelumnya telah bertugas di RSUD Ruteng, termasuk dokter yang membantu penanganan operasi tulang. "Beberapa hari yang lalu para dokter dan paramedis dari Surabaya sudah masuk di RSUD Ruteng. Ada dokter untuk operasi tulang. Karena itu, kami juga menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur dan seluruh rombongan," ujarnya.
Ia memastikan penyaluran bantuan akan dilakukan melalui pemerintah desa dan kecamatan. Pembagian akan diatur agar bantuan dapat diterima masyarakat secara adil dan sesuai kebutuhan.
Lalu, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim dan masyarakat Jawa Timur atas kepedulian yang diberikan kepada warga terdampak gempa. "Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Gubernur Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur yang sudah datang dan memberikan bantuan kepada masyarakat Manggarai Timur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana," katanya.
Berdasarkan data yang disampaikan Agas hingga pukul 21.17 WITA, gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur berdampak terhadap 19.515 infrastruktur. Bencana tersebut juga mempengaruhi 20.673 kepala keluarga atau 85.461 jiwa. Selain itu, tercatat 34 orang meninggal dunia dan 239 orang mengalami luka berat akibat bencana tersebut.(qal)





