Cetak Generasi Mandiri, Kadinsos Jatim Luluskan 35 Penerima Manfaat UPT RSBD dan RSBRW Pasuruan

  • 14 Juli 2026
  • 0 Like
  • Dinsos Jatim

PASURUAN – Dinas Sosial (Dinsos) Jatim meluluskan 35 penerima manfaat dari UPT Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (RSBD) dan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara (RSBRW) Pasuruan, Senin (13/7/2026). Kelulusan ini menjadi penanda berakhirnya masa rehabilitasi sekaligus awal bagi para penerima manfaat untuk kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan dan kepercayaan diri.

Kepala Dinsos Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, M.M., mengatakan, proses rehabilitasi dirancang untuk membentuk kemandirian penerima manfaat agar mampu menjalani kehidupan yang lebih baik. Ia pun berharap seluruh ilmu yang diperoleh dapat diterapkan setelah kembali ke lingkungan masing-masing. "Kelulusan ini adalah awal untuk membangun masa depan yang lebih mandiri dan bermartabat," ujarnya.

Sebelum dinyatakan lulus, seluruh penerima manfaat mengikuti berbagai tahapan pembinaan yang meliputi bimbingan fisik, mental, sosial, hingga pelatihan keterampilan. Program tersebut diberikan secara terpadu untuk meningkatkan kemampuan, rasa percaya diri, serta kesiapan mereka dalam menjalani kehidupan secara mandiri.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Dinsos Jatim juga menyerahkan kepada masing-masing penerima manfaat bantuan KIP PPKS Jawara senilai Rp 3 juta berupa alat keterampilan sesuai dengan minat masing-masing. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal untuk mengembangkan usaha maupun menunjang aktivitas produktif setelah menyelesaikan masa rehabilitasi.

Menurut Novi, bantuan yang diberikan harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan. "Gunakan bantuan ini sebagai langkah awal untuk terus berkarya dan mandiri," katanya.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan permodalan, Dinsos Jatim berharap para lulusan mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial, memiliki penghasilan yang layak, serta menjadi pribadi yang produktif. Keberhasilan para penerima manfaat juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri.

Dengan bekal keterampilan, pendampingan, dan dukungan usaha, para lulusan diharapkan mampu mewujudkan kemandirian ekonomi sekaligus berkontribusi di tengah masyarakat.(qal)

Share the post