Ratusan Kayu Gelondongan Terdampar di Pesisir Dungkek, Tagana Sumenep Turun Lakukan Asesmen
- 22 September 2026
- 0 Like
- Dinsos Jatim
SUMENEP – Gelombang besar menyeret ratusan batang kayu gelondongan berukuran besar ke pesisir Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam. Material tersebut merupakan muatan tongkang yang berlayar dari Kalimantan menuju Probolinggo.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB itu menyebabkan sekitar 700 batang kayu jenis meranti terlepas dari tongkang dan terbawa gelombang hingga menghantam kawasan pesisir. Kayu berdiameter sekitar 1–1,5 meter dengan panjang 10–20 meter per batang tersebut merusak sejumlah perahu nelayan dan tempat perendaman ijuk kelapa milik warga.
Hingga Senin (21/9/2026), pendataan sementara menunjukkan sekitar 400 batang kayu telah terdampar di daratan, sementara 200 batang masih berada di atas tongkang. Adapun sekitar 100 batang lainnya masih dalam proses pendataan karena terkendala kondisi pasang-surut laut.
Kayu-kayu tersebut tersebar di sejumlah titik sepanjang pesisir Desa Dungkek dan Desa Bicabi, Kecamatan Dungkek. Sebagian material yang terbawa gelombang menghantam perahu nelayan dengan tingkat kerusakan mulai ringan, sedang hingga berat. Sejumlah tempat perendaman ijuk kelapa yang digunakan masyarakat untuk mendukung usaha pembuatan sapu juga mengalami kerusakan.
Tagana Kecamatan Dungkek, Haryono, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Pada saat kejadian tidak ada korban jiwa,” kata Haryono berdasarkan laporan lapangan.
Sementara itu, Tagana Kecamatan Dungkek Busaeri menjelaskan, ratusan kayu berukuran besar tersebut kini tersebar di sejumlah titik pesisir sehingga penanganannya dilakukan secara bertahap, termasuk pendataan terhadap material yang masih berada di laut.
"Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tagana Kabupaten Sumenep bersama unsur terkait turun ke lapangan untuk melakukan asesmen, pemantauan, koordinasi serta membantu penanganan dan evakuasi kayu yang telah mencapai daratan," katanya.
Koordinator Tagana Kabupaten Sumenep Abdul Malik membenarkan keterlibatan personel Tagana dalam penanganan kejadian tersebut. Dua personel Tagana Kecamatan Dungkek, Busaeri dan Haryono, diterjunkan untuk melakukan pemantauan kondisi pesisir sekaligus berkoordinasi dengan unsur terkait.
Penanganan di lapangan melibatkan perangkat Desa Dungkek, Desa Bicabi dan Desa Romben Guna, Kecamatan Dungkek, Polsek Dungkek, Koramil, BPBD Kabupaten Sumenep, Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Tagana, tokoh masyarakat serta warga setempat.
Hingga kini, Tagana bersama unsur terkait masih melakukan asesmen dan pendataan dampak kerusakan, sekaligus memantau keberadaan kayu yang masih berada di laut serta proses evakuasi material yang telah terdampar di kawasan pesisir.(sya/qal)





