Gubernur Khofifah Buka MPLS di SRT 1 Kabupaten Malang: Tegaskan Sekolah Rakyat Harus Bebas Perundungan

  • 31 Juli 2026
  • 1 Like
  • Dinsos Jatim

KABUPATEN MALANG – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membuka Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Malang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jumat (31/7/2026). Didampingi Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim Dra Restu Novi Widiani MM, Gubernur Khofifah menegaskan seluruh siswa harus belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan sebagai pondasi pembentukan karakter sekaligus prestasi.

Menurutnya, MPLS menjadi momentum membangun disiplin, integritas, kemandirian, kepedulian, dan semangat belajar sejak hari pertama. Ia juga menyampaikan bahwa seluruh 18 SRT di Jatim telah melaksanakan MPLS, meliputi SRT Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Jember, Ngawi, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Tuban, Jombang, Trenggalek, Banyuwangi, Kabupaten Malang, Kota Surabaya, Gresik, Kabupaten Madiun, Sampang, Kota Blitar, Nganjuk, dan Pacitan sebagai bagian dari dimulainya proses pendidikan tahun ajaran 2026/2027.

Saat menyampaikan arahannya kepada para siswa, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan saling menghormati di lingkungan sekolah. "Tidak boleh ada perundungan, tidak boleh ada bullying. Jaga pertemanan dengan baik, jaga persaudaraan dengan baik, sekolah yang baik Insyaallah nanti prestasi-prestasi yang baik pula yang akan anak-anak capai," tegasnya.

Menurut Gubernur Khofifah, program Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus menjadi strategi memutus rantai kemiskinan antar generasi. Pendidikan, kata dia, menjadi cara paling efektif untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Pada tahun pertama sebanyak 26 Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di 22 kabupaten/kota dengan 2.281 peserta didik. Memasuki tahun kedua, pembangunan 18 SRT permanen terus berjalan, sementara 11 Sekolah Rakyat rintisan tetap beroperasi. Khusus di SRT 1 Kabupaten Malang, jumlah peserta didik mencapai 323 siswa, yang terdiri atas 84 siswa pindahan dari Sekolah Rakyat Rintisan, yakni SRT 47 Malang, serta 239 siswa baru SRT 1 Kabupaten Malang.

Dalam hal ini, Pemprov Jatim juga memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat melalui berbagai program pendukung, di antaranya penguatan karakter melalui guru mengaji dan bimbingan konseling bekerja sama dengan Fatayat NU, Program CERDIG, pelatihan perpustakaan, edukasi kesiapsiagaan bencana oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana), program parenting, penyaluran paket alat tulis beserta sarung dan mukena sebanyak 5.370 paket untuk siswa baru SRT se Jatim, hingga penghijauan lingkungan sekolah melalui sinergi lintas perangkat daerah.

Gubernur Khofifah menegaskan, seluruh dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jatim untuk membangun ekosistem pendidikan yang utuh dan berkelanjutan. "Mari kita jaga komitmen bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan terbaik. Jangan biarkan kondisi ekonomi menjadi penghalang bagi lahirnya generasi unggul Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang siswa baru SRT 1 Kabupaten Malang, Andika, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari program Sekolah Rakyat dan siap mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh. "Saya senang bisa bersekolah di Sekolah Rakyat karena fasilitasnya sangat baik dan saya ingin belajar dengan giat agar bisa meraih cita-cita serta membanggakan orang tua," katanya.

Dengan dimulainya MPLS di seluruh SRT di Jatim, diharapkan para peserta didik dapat beradaptasi dengan lingkungan belajar baru, mengembangkan potensi diri, serta tumbuh menjadi generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.(qal)

Share the post